Status Simbol Baru: Mengapa Memiliki ‘Waktu Luang Tanpa Ponsel’ Lebih Mewah Daripada Tas Branded di 2026
Dulu, kalau lo mau pamer kesuksesan, caranya gampang banget. Tinggal jinjing tas branded keluaran terbaru…
Dulu, kalau lo mau pamer kesuksesan, caranya gampang banget. Tinggal jinjing tas branded keluaran terbaru atau parkir mobil mewah di depan lobi kantor. Tapi sekarang, di tahun 2026, pemandangan di SCBD atau Sudirman udah mulai berubah. Coba deh perhatiin, siapa yang beneran punya kuasa? Bukan yang matanya nempel terus ke layar iPhone 17 Pro buat…
Reksadana? Properti? Boring. Gen Z 2026 Malah Investasi ke “Index Memori” Lo liat IG Story temen lo lagi hiking di gunung terpencil, atau ikut workshop bikin tembikar di desa. Dulu mungkin lo mikir: “Wah, boros duit nih.” Sekarang? Lo mungkin malah iri. Bukan cuma karena seru. Tapi karena dia lagi investasi di aset yang nggak bakal…
Saya Pake ‘Personal CRM’ untuk Pertemanan. Kok Malah Jadi Lebih Dekat, Sih? Denger kata CRM, yang keinget sales, target, deal closing. Rasanya kaku banget buat diterapin ke pertemanan. “Ah, nggak autentik lah. Pertemanan mah harusnya natural, nggak dijadwalin.” Gue paham banget. Dulu gue juga mikir gitu. Sampai suatu hari gue sadar: gue lebih inget deadline kerjaan…
Analog Rebellion: Gen Z 2026 Menolak Hidup Cuma di Dalam Layar Kamu lahir dengan smartphone di tangan. Spotify, Netflix, Kindle. Semua ada. Semua langsung. Tapi pernah nggak sih, abis scroll berjam-jam, kamu ngerasa… hampa? Like, what did I even just consume? Where did the time go? Nah, itulah titik pemberontakannya. Di 2026, ada gerakan diam-diam…
Kamu pernah nggak sih, ngerasa ikut lomba yang nggak ada garis finishnya? Lomba itu namanya “terlihat sukses”. Harus punya mobil baru, liburan ke Eropa, jam tangan mahal, promosi jabatan tiap tahun. Dan mediat lapnya adalah Instagram atau LinkedIn. Tapi di 2025, sesuatu mulai retak. Banyak orang, terutama generasi muda, mulai nanya: Emangnya gue lari buat siapa?…
Gue tanya ya. Dulu waktu lo kerja remote di coffee shop, lo pernah ngerasa aneh nggak? Dikelilingin obrolan bisnis MLM, meeting sales, sama orang ngetik skripsi. Lo sendiri lagi ngelatih AI buat ngebedain foto burung hantu sama burung hantu. Beda banget mindset-nya. Rasanya kaya jadi alien. Tapi di 2025 ini, akhirnya ada jawabannya: ruang kerja komunal yang spesifik….
Lo sadar nggak, akhir-akhir ini justru makin susah fokus? Bukan cuma karena notifikasi media sosial, tapi sekarang ditambah dengan AI. Setiap hari ada saja AI baru yang harus dipelajari, chatbot yang harus di-chat, atau tools yang janjiin bakal bikin hidup lebih efisien. Tapi kok malah makin capek, ya? Rasanya otak kita terus-terusan disetel ke mode…
Lo pernah nggak, mencoba mati-matian buat work-life balance? Kerja sampe jam 5 tepat, lalu matiin laptop dan berusaha “menikmati hidup”. Tapi yang ada, malah merasa bersalah karena mikirin email yang belum dibales, atau justru bengong nggak produktif di jam kerja karena pengen cepat-cepat “hidup”. Gue kasih tau, di 2025, konsep itu udah kuno. Bahkan, ngejar balance itu sendiri…
Lo pernah ngerasain nggak, selesai scroll Instagram atau baca notifikasi berderet-deret, malah jadi lebih capek daripada sebelumnya? Rasanya otak kita lagi di-serang sama informasi. Bukan cuma informasi sih, tapi juga interupsi. Ini bukan saatnya lagi buat digital detox yang ekstrem—siapa yang bisa lepas dari WhatsApp kerjaan selama seminggu?—tapi saatnya buat perang gerilya. Merebut kembali perhatian kita, inch…
Di tahun 2025, gaya hidup semakin cepat, teknologi semakin canggih, dan kesadaran akan kesehatan mental makin tinggi. Tapi satu hal tetap tak berubah: rutinitas pagi (morning routine) masih menjadi kunci utama banyak orang sukses dalam menjalani hari yang produktif dan seimbang. Nah, apa saja sih rahasia pagi mereka? Dan bagaimana kamu bisa menirunya—tanpa harus bangun…