Berani Berantakan: Dari Underconsumption ke Suaraga, 2026 Adalah Tahun Gaya Hidup ‘Santai Tapi Bermakna’

Berani Berantakan: Dari Underconsumption ke Suaraga, 2026 Adalah Tahun Gaya Hidup 'Santai Tapi Bermakna'

Pernah ngerasa capek lihat orang lain terus beli barang baru? Atau sebaliknya, lo malah bangga sama jaket udah 5 tahun masih dipake? Tenang, lo nggak sendirian.

Gue mau cerita sesuatu. Di 2026 ini, ada dua tren yang kelihatannya beda banget—Underconsumption Core sama Suaraga Fest—tapi sebenernya mereka itu dua sisi dari koin yang sama. Intinya? Kita semua lagi belajar buat santai, tapi tetep bermakna.

Underconsumption Core: Ketika “Nggak Beli” Jadi Tren Keren

Lo pasti udah sering liat konten di TikTok tentang orang yang pake baju sampe bolong, skincare dipake sampe abis, atau dompet udah 10 tahun masih dipake . Itu namanya Underconsumption Core. Dan ini bukan cuma gaya-gayaan doang.

Mulai populer sejak 2024, tren ini sebenernya adalah reaksi terhadap budaya konsumtif yang selama ini kita santap setiap hari dari media sosial . Kalo dulu orang berlomba-lomba beli barang baru biar keliatan keren, sekarang anak muda justru bangga karena bisa pake barang lama lebih lama . Ironic ya?

Peneliti lingkungan Isaias Hernandez bilang, kebiasaan pake barang bekas sebenarnya bukan hal baru—tapi sekarang kembali populer karena anak muda mulai sadar dampak konsumsi berlebihan terhadap lingkungan . Belum lagi faktor ekonomi. Perencana keuangan Richard Carr nambahin, biaya hidup yang makin tinggi bikin Gen Z lebih selektif ngatur pengeluaran .

Yang menarik, Underconsumption Core beda sama minimalis. Kalo minimalis sering dikaitkan sama tampilan estetis tertentu, Underconsumption Core lebih fokus ke fungsi dan pemanfaatan barang yang udah dimiliki . Nggak ada tuntutan harus punya barang tertentu—lo cuma diajak pake barang secara bijak. Sederhana, tapi berasa banget.

Data nunjukin, 50% responden global berencana nabung lebih banyak, dan 30% mau ngurangin pengeluaran . Bahkan di Malaysia, 41% masyarakat udah coba gaya hidup minimalis dan nggak beli barang nggak perlu—di atas rata-rata global . Gen Z juga lebih suka beli barang bekas atau second-hand . Ini bukan tren sementara, ini perubahan pola pikir.

Tapi Hati-Hati, Jangan Salah Kaprah!

Banyak yang mikir Underconsumption Core = pelit atau kumuh. Padahal nggak. Ini tentang kesadaran, bukan pelit. Lo beli barang kalo emang butuh, dan lo pake sampe abis sebelum beli baru . Beda banget sama orang yang nggak pernah beli barang baru karena nggak punya duit—itu kondisi, bukan pilihan.

Suaraga Fest: Festival Yang Bukan Cuma Nonton Musik

Sekarang kita loncat ke sisi lain dari koin ini: Suaraga Fest.

Tanggal 4-5 Juli 2026, Taman Balekambang, Solo, bakal jadi saksi lahirnya inisiatif kreatif baru bernama Suaraga . Ini hasil kolaborasi tiga entitas kreatif gede: Vindes Corp, Boss Creator (yang juga punya Pestapora), dan Mad Haus (punya MALIQ & D’Essentials) .

Tapi Suaraga bukan festival musik biasa. Konsepnya ngangkat tren self-care dan wellness—mau ngasih pengalaman yang deket sama kesehatan mental, koneksi sosial, dan kreativitas komunitas .

Mereka sadar, masyarakat modern butuh ruang buat bergerak, berekspresi, sekaligus nemuin ketenangan di tengah hidup yang serba cepat . Makanya Suaraga menggabungkan tiga elemen: suara, karya, dan raga.

  • Suara: deretan musisi kayak ALI, Fanny Soegi, Silampukau, SORE, Nadhif Basalamah, sampe UCUPOP . Ditambah seni tradisional kayak gamelan keroncong, wayang kulit, wayang orang, sampe primbon .
  • Karya: pendekatan visual dan artistik yang terinspirasi budaya Solo, dipadukan sama kultur lokal .
  • Raga: aktivitas kebugaran dan interaksi komunitas yang inklusif .

Yang bikin keren, mereka juga ngadain pre-event kayak Mlaku Santai (jalan santai) dan Pit-Pitan (city cycling) buat nikmatin Solo dengan cara yang lebih santai . Harganya mulai Rp150.000 buat tiket harian . Terjangkau banget kan?

Dua Tren, Satu Nadi

Nah, ini yang mau gue tekankan. Underconsumption Core dan Suaraga Fest itu nggak terpisah. Keduanya lahir dari keresahan yang sama: kita capek sama hidup yang serba cepat dan konsumtif.

Slow Living: Jiwa dari Keduanya

Konsep slow living—hidup dengan kesadaran, menikmati proses, nggak terburu-buru—lagi naik daun banget di 2026 . Ini bukan cuma soal santai, tapi soal menentukan prioritas dan menjalani hidup dengan lebih sadar . Banyak orang mulai sadar, kebahagiaan nggak selalu datang dari kesibukan tanpa henti . Kadang, melambat sejenak justru bikin hidup lebih utuh.

Anak muda sekarang juga mulai ninggalin hustle culture karena dianggap bikin stres dan burnout . Mereka lebih milih pekerjaan yang fleksibel, punya waktu istirahat cukup, dan tetap kasih ruang buat kehidupan pribadi . Istilah kerennya? Work-life balance dan soft life .

Bahkan ada tren JOMO (Joy of Missing Out) —kebalikan dari FOMO. Orang mulai happy kalo ketinggalan informasi atau tren tertentu . Mereka pilih digital detox, kurangi penggunaan gadget, dan lebih hadir di momen nyata . Ini bentuk perlawanan halus terhadap budaya “harus selalu update.”

Terus, Apa Hubungannya?

Underconsumption Core adalah manifestasi slow living di ranah konsumsi. Lo nggak buru-buru beli barang baru, lo pake yang udah ada sampe habis. Suaraga Fest adalah manifestasi slow living di ranah hiburan dan komunitas. Lo nggak cuma dateng, nonton, pulang—lo ikut aktivitas yang mindful, berkesan, dan terhubung sama orang lain.

Dan yang paling penting: keduanya nggak nuntut lo jadi sempurna. Di Underconsumption Core, lo nggak harus punya rumah minimalis kayak di majalah. Di Suaraga Fest, lo nggak harus pake outfit aesthetic atau foto-foto buat feed. Intinya adalah kehadiran dan kesadaran, bukan pencitraan.

Tips Praktis: Jadi Santai Tapi Bermakna di 2026

Lo bisa mulai dari hal-hal kecil. Gini caranya.

1. Mulai Dari Satu Barang

Pilih satu barang yang lo pake sehari-hari—tas, jaket, atau botol minum. Komitmen buat pake sampe bener-bener rusak atau habis. Kalo udah kebiasaan, lanjut ke barang lain. Pelan-pelan, nggak usah buru-buru .

2. Coba Thrift Shopping

Beli baju bekas itu bukan cuma hemat, tapi juga ramah lingkungan. Gen Z sekarang prefer beli second-hand daripada barang baru . Dan thrift shopping bisa jadi petualangan seru—lo nggak tau bakal nemu barang unik apa.

3. Kurangi Screen Time, Perbanyak “Momen Nyata”

Coba deh, seminggu sekali, matiin notifikasi HP selama 1-2 jam. Atau ikut aktivitas offline kayak Mlaku Santai di kota lo . Atau cuma duduk di taman, liatin orang lewat, tanpa HP. Rasanya aneh di awal, tapi ntar lo bakal ngerasa lebih tenang .

4. Ikut Festival Yang “Bermakna”

Kalo lo ke festival, pilih yang nggak cuma kasih hiburan, tapi juga pengalaman. Suaraga Fest, misalnya, ngajak lo jalan santai, bersepeda, atau ikut diskusi—bukan cuma nonton musik terus pulang . Cari event yang bikin lo terhubung sama komunitas dan budaya lokal.

5. “Repair, Not Replace”

Kalo barang lo rusak, jangan langsung beli baru. Coba perbaiki dulu. Ini tren yang makin populer, bahkan bisnis perbaikan barang elektronik tumbuh pesat . Selain hemat, lo juga belajar menghargai barang.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Menganggap Underconsumption = Pelit

Ini salah kaprah. Underconsumption Core itu tentang pilihan sadar, bukan keterpaksaan. Kalo lo nggak beli barang karena nggak punya duit, itu kondisi. Kalo lo milih nggak beli karena sadar nggak perlu, itu tren. Bedanya tipis tapi penting .

2. Slow Living = Males

Nggak. Slow living bukan berarti lo nggak produktif. Ini tentang produktivitas yang bermakna, bukan sekedar sibuk. Lo tetep bisa kerja keras, tapi lo juga kasih ruang buat istirahat dan menikmati hidup .

3. Festival Cuma Buat Hiburan

Suaraga Fest ngajarin kita kalo festival bisa lebih dari sekadar hiburan. Bisa jadi ruang buat belajar, berkoneksi, dan merawat diri . Kalo lo ke festival cuma buat foto-foto dan ngejar line-up, lo kehilangan esensinya.

Intinya: Santai, Tapi Jangan Hambar

Gue tau, kadang kita pengen semuanya instan dan sempurna. Tapi 2026 ngajarin kita sesuatu yang beda: keberanian untuk berantakan. Berani pake baju lama sampe lusuh. Berani nggak ikut-ikutan tren. Berani ke festival tanpa harus aesthetic. Berani hidup dengan kecepatan sendiri.

Underconsumption Core dan Suaraga Fest adalah dua wujud dari keberanian itu. Dan lo nggak harus milih salah satu—lo bisa terapkan keduanya dalam hidup sehari-hari. Karena pada akhirnya, ini bukan tentang tren. Ini tentang hidup yang lebih sadar, lebih bermakna, dan lebih santai.

Dan yang paling penting: lo nggak perlu jadi sempurna buat menjalaninya. Cukup mulai dari satu langkah kecil. Nanti, pelan-pelan, lo bakal ngerasa bedanya.