Tik Tok Larang Konten Promosi Layanan Keuangan dan Crypto

Memposting video promosi mengenai mata uang kripto sepertinya akan lebih susah ditemukan di Tik Tok. Hal ini dikarenakan Tik Tok baru baru ini melarang konten yang mempromosikan semua produk dan layanan finansial, termasuk Cryptocurrency.

TikTok mengumumkan pada hari Jumat bahwa jenis iklan tertentu tidak akan lagi diizinkan di platform mereka. Konten promosi berbasis Crypto termasuk di antara topik yang dimaksud.

Pedoman baru di situs pengeposan video sosial secara khusus akan melarang pengguna memposting konten promosi tentang produk keuangan, terlepas dari lokasi geografis pembuatnya.

Larangan tersebut tercantum di dalam ketentuan Branded Content Policy Tik Tok yang telah diperbaharui.

Konten promosi (branded content) didefinisikan sebagai konten di mana pembuatnya mendapat imbalan dari pihak ketiga/ brand untuk keperluan promosi lewat konten tersebut.

Disebutkan bahwa jenis produk dan layanan yang dilarang termasuk promosi soal mata uang kripto, platform perdagangan, layanan investasi, skema “cepat kaya”, valuta asing, kartu debit, kartu pra-pembayaran, perdagangan valas, dan lainnya.

“Kebijakan ini didesain untuk membua lingkungan yang aman dan positif untuk pengguna kami,” tulis TikTok, sambil menambahkan bahwa Branded Content Policy akan diperbarui secara berkala.

Larangan hanya dikhususkan untuk konten promosi, bukan video secara umum. TikTok sendiri dibanjiri tagar yang berkaitan dengan layanan keuangan, salah satunya video dengan tagar #investing yang sudah 2,8 miliar kali ditonton.

Belum diketahui pasti apa penyebab yang mendorong TikTok untuk memberlakukan larangan konten iklan tersebut.

Namun, menurut konten creator Tik Tok yang seringkali membahas mengenai topik keuanga, Errol Coleman, baru-baru ini muncul laporan bahwa sebuah organisasi e-sport besar, mempromosikan token cryptocurrency di media sosial yang ternyata adalah penipuan.

Menurut dia, itu bisa jadi salah satu alasan TikTok memperbarui kebijakan konten promosi. “Saat ini ada sejumlah akun yang mempromosikan mata uang kripto dan investasi lain yang mencurigakan,” kata Errol yang memiliki 264.000 pengikut di TikTok.

Errol sendiri tidak pernah mempromosikan konten investasi dan mengatakan tidak akan terdampak kebijakan ini.

Kebijakan baru TikTok diterapkan dalam waktu berdekatan  dengan imbauan regulator keuangan Amerika Serikat agar para investor berhati-hati dengan penipuan berkedok saran dan informasi investasi.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengatakan adanya peningkatan yang cukup signifikan tentang tips, keluhan, dan referral yang melibatkan penipuan investasi.

TikTok adalah sarang untuk Dogecoin (DOGE) hype pada tahun 2020, ketika pengguna membagikan video terkait dalam upaya untuk membuat lebih banyak orang ikut-ikutan.

Situs media sosial lainnya juga menjadi tuan rumah diskusi pasar keuangan yang terkenal dalam beberapa bulan terakhir, dengan diskusi saham di Reddit juga menjadi menonjol.

“Penafsiran saya tentang ini adalah Tik Tok membatasi konten yang disponsori secara langsung atau tidak langsung yang mengarah ke tautan afiliasi, misalnya untuk mendaftar ke platform perdagangan dan mendapatkan saham gratis,” kata kepala pendidikan klien Informed Choice, Martin Bamford.

“Kami melihat sejumlah besar konten bermerek ini di Tik Tok, biasanya dari komentator yang kurang informasi, yang memikat pengikut dengan janji kekayaan, tetapi pada kenyataannya menghasilkan uang dari orang-orang yang mendaftar melalui tautan afiliasi,” tambahnya.

Tidak jelas apakah larangan TikTok berlaku untuk semua diskusi produk keuangan, atau hanya yang bersifat promosi.

Google melarang iklan crypto pada tahun 2018, meskipun perusahaan menghapus sebagian dari larangan itu tahun ini untuk beberapa entitas, sambil menunggu persyaratan tertentu.