MUI Haramkan Pinjol, Tapi Asosiasi Fintech dan OJK Malah Dukung

Bisnis pinjaman online diramal akan tetap prospektif walaupun Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI memberikan penetapan aktivitas pinjaman itu haram.

Keputusan MUI ini justru malah memberikan kejelasan pada kalangan masyarakat. Pinjaman online arau pinjol adalah salah satu dari 12 bahasan MUI di dalam acara rutin Ijtima Ulama yang ke 7.

MUI pun lalu menetapkan bahwa fatwa aktivitas pinjaman online itu haram dikarenakan ada unsur riba nya.

“Kita justru berterima kasih sekali dikarenakan diberikan rekomendasi game penghasil uang terbaik slot online dan fintech P2P dengan basi syariah serta menegaskan pinjaman online illegal itu haram. Semoga saja masyarakat luas semakin yakin untuk menghindari platform – platform yang illegal.” Ucap Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia atau AFSI bernama Ronald Yusuf Wijaya.

Pria sekaligus Direktur Utama dari Platform fintech peer to peer atau PSP syariah PT Ethis Fintech Indonesia atau Ethis ini memberikan tambahan preferensi masyarakat dalam memakai fintech P2P yang legal, baik secara konvensional maupun syariah nantinya kembali ke sendiri – sendiri.

“Pilihan agar menjadi pendana ataupun peminjam pada fintech dengan basis syariah maupun konvensional tersebut kembali ke setiap individu. Terpenting, jelas jika masyarakat hanya boleh bertransaksi pada platform fintech legal yang dapat menjaga etika bisnis serta operasional.” Tambahnya.

Apalagi, MUI juga memberikan penjelasan pada dasarnya bahwa perbuatan pinjam meminjam maupun utang piutang adalah bentuk akad terbaru atau kebajikan atas dasar saling tolong menolong yang dianjurkan, sejauh tak bertentangan dengan prinsip – prinsip syariah.

Industry pinjol sejak September 2021 dicatatkan mempunyai akumulasi penyaluran pinjaman dari 104 platform legal yang tumbuh secara positif ke Rp 262,93 triliun atau meningkat 104,30% sedangkan outstanding pinjaman itu tumbuh ke Rp 27,48 triliun atau tumbuh 116,18%.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyambut dengan baik semangat para Majelis Ulama Indonesia atau MUI untuk menyepakatai hukum pinjol lewat industry pembiayaan konvensional ataupun tekfin P2P lending tersebut.