NSX Type S Akan Jadi Model Terakhir yang Diluncurkan Acura

NSX Type S Akan Jadi Model Terakhir yang Diluncurkan Acura

Honda Motor Company melalui merek Acura merilis gambar teaser supercar NSX Type S 2022 yang diproduksi hanya 350 unit di seluruh dunia. Debut global mobil ini rencananya berlangsung pada 12 Agustus 2021 di Amerika Serikat.

Assistant Vice President Acura National Sales Emile Korkormengatakan bahwa NSX telah memainkan peran penting dalam membangun kembali merek Acura.

“Kami telah melihat antusiasme yang luar biasa di pasar dan kami belum selesai. Masih ada lagi yang akan datang karena Tipe S menjadi ekspresi puncak kinerja di seluruh jajaran Acura,” ujarnya dikutip dari laman resmi Honda, Selasa 3 Agustus 2021.

Keberadaan Acura NSX yang menjadi sportcar andalan di industri otomotif rasanya tinggal menghitung hari. Pasalnya, Honda sebagai induk dari perusahaan tersebut sudah memutuskan tidak akan lagi memproduksi Acura NSX setelah peluncuran Type S pada 12 Agustus 2021 mendatang.

Kabar ini sudah beredar luas lantaran informasi tersebut langsung diungkapkan oleh prinsipal. Dalam sebuah informasinya, mereka mengatakan tahun 2022 akan menjadi tahun terakhir bagi perusahaan untuk memproduksi NSX.

Meski demikian, untuk model yang masih menjadi misteri ini akan menjadi kado bagi konsumen setia Acura NSX. Pasalnya, untuk pertama kalinya Acura memutuskan untuk menjual NSX ditawarkan di luar Jepang.

Bicara mengenai berapa banyak unit yang akan diproduksi, Acura, sudah menyiapkan sebanyak 350 unit. Di mana, dari total produksi tersebut sudah dialokasikan untuk pasar Amerika Serikat sebanyak 300 unit, lantas 30 unit untuk pasar Jepang, dan sisanya 20 unit akan ditawarkan ke seluruh belahan dunia.

Sebelum tanggal resmi peluncurannya, prinsipal memang masih menyimpan beberapa rahasia terkait spesifikasi dari Acura NSX Type S ini. Namun, beberapa hal yang bisa disajikan adalah mengenai eksterior yang diaplikasikan pada sport car tersebut.

Dalam video teasernya, terlihat untuk tampilan luar memang begitu kental dengan aura sportynya. Hal tersebut juga didukung dengan penggunaan velg dengan motif palang lima yang dikawinkan dengan brake caliper dengan kelir merah.

Selain itu, beberapa komponen yang menarik mata adalah penggunaan diffuser yang lebih agresif, trim serat karbon, serta plat yang berisikan nomor registrasi dari 001 sampai 350.

Demi menambah aura racing yang lebih kuat, pada penutup mesin yang ditampilkan dalam video tersebut juga menggunakan warna merah. Berbeda dari varian standarnya yang menggunakan warna hitam.

Penggunaan warna merah ini memang identik dengan aura racing dari pabrikan Honda. Salah satunya adalah yang mereka gunakan pada NSX Type R yang merupakan generasi sebelum Type S ini diperkenalkan.

Sementara bicara perihal jantung pacunya, perusahaan belum menginformasikannya secara resmi. Namun, berkaca dari model standar sebelumnya, mobil ini akan menggendong mesin V6 berkapasitas 3.5 liter dengan dukungan twin turbo yang mampu memproduksi tenaga sebesar 500 tk dan torsi maksimum 550 Nm.

Sektor tersebut juga didukung dengan penggunaan sistem hybrid karena mobil ini sudah dibekali dengan tiga motor listrik dan paket baterai berkapasitas 1,3 kWh.

Jika kedua sumber daya tersebut digabungkan, maka total tenaga yang bisa diproduksi dari Acura NSX Type S ini adalah sebesar 573 tk dan torsi sebesar 645 Nm.

Bugatti Veyron Hidup Lagi Setelah Mati 12 Tahun

Bugatti Veyron Hidup Lagi Setelah Mati 12 Tahun

Setelah menjadi rongsokan selama 12 tahun, akhirnya Bugatti Veyron rusak karena tercebur ke danau, dihidupkan kembali.

Perbaikan ini dilakukan setelah ditemukannya fakta penipuan dan Veyron itu dibeli pemilik baru. Untuk diketahui, Bugatti Veyron ini pada 2009 silam tercebur ke danau air asin di Texas, Amerika Serikat.

Bugatti Veyron adalah mobil produksi pertama yang mencapai kecepatan maksimum 408 km/j (250 mph). Memang untuk ukuran supercar saat ini, kecepatan itu sudah sangat biasa. Namun, pencapaian Bugatti Veyron pada awal 2000-an adalah sejarah dalam dunia otomotif.

Bugatti didirikan oleh Ettore Bugatti pada 1909. Tujuan pertama pembuatan pabrikan ini adalah membuat mobil dengan mesin terbaik.

Hasilnya, Bugatti berhasil membuat mobil dengan mesin berkualitas, desain cantik, memiliki detail yang unik, dan juga cepat di lintasan sehingga bisa bersaing dalam balapan. Namun, semua itu berubah. Bugatti mengalami banyak hal menyedihkan.

Perang Dunia II melanda Eropa, pabrik Bugatti di Molsheim pun mengalami banyak kerusakan akibat perang, Jean Bugatti yang merupakan putra Ettore meninggal dunia karena kecelakaan mobil (11 Agustus 1939), dan tak berapa lama Ettore juga meninggal dunia pada 21 Agustus 1947.

Kehilagan sosok pentingnya, Bugatti seperti kehilangan arah. Beragam cara dilakukan untuk membangkitkan Bugatti, namun belum berhasil

Melansir Carscoops, ternyata tak lama setelah kecelakaan itu terungkap bahwa insiden ini merupakan penipuan asuransi oleh pemilik Veyron, Andy House. Diklaim bahwa kecelakaan itu terjadi karena ia berusaha menghindari pelikan yang terbang rendah.

Atas hal itu Andy House pun terbukti bersalah pada tahun 2015. Dirinya dijatuhi hukuman satu tahun satu hari kurungan penjara.

Kemudian pada tahun 2019, Ed Bolian tergoda untuk membeli rongsokan Veyron tersebut dengan harga pasaran $300.000 atau Rp 4,2 miliar (Kurs $1=Rp14.313). Sayangnya ia melewatkan kesempatan itu.

Meski begitu, Bolian mengungkapkan bahwa supercar tersebut akhirnya dibeli oleh seorang pria bernama Houston Crosta yang bekerja di Royalty Exotic Cars di Nevada, Amerika Serikat.

Diketahui, Crosta merupakan penggemar Bugatti. Ia telah memiliki koleksi supercar Bugatti dan beberapa telah dimodifikasi.

Bahkan ia juga menyimpan sejumlah suku cadang bekas Bugatti dan menggunakannya untuk menghidupkan kembali sebuah supercar.

Bolian mengungkapkan bahwa Crosta membayar hingga $400.000 atau Rp 5,7 miliar untuk membeli Veyron tadi dan mengecatnya kembali dengan warna ungu.

Crosta juga telah mengeluarkan $250.000 atau Rp 3,5 miliar untuk mendapatkan suku cadang asli dari Bugatti.

Saat ini perbaikan mobil sedang berlangsung dan masih ada beberapa kendala, seperti kerusakan sound system Burmester.

Kurang lebih butuh dana $100.000 atau Rp 1,4 miliar untuk memperbaiki komponen itu sebelum Veyron siap dipakai kembali.

DP Dan Simulasi Cicilan All New Nissan Leaf, Mau Beli?

DP Dan Simulasi Cicilan All New Nissan Leaf, Mau Beli?

The All-New Nissan LEAF sebagai kendaraan tanpa emisi merupakan perwujudan dari Nissan Intelligent Mobility, yang merupakan filosofi Nissan untuk mengubah cara mobil dikemudikan, ditenagai, dan diintegrasikan ke dalam masyarakat.

All-New Nissan LEAF di Indonesia mengimplementasikan filosofi ini dalam dua aspek utama, yaitu Intelligent Power dan Intelligent Driving.

Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion 40 kWh yang memungkinkan The All-New Nissan LEAF dapat menempuh jarak sejauh 311 km dalam sekali pengisian daya (charging) berdasarkan hasil test New European Driving Cycle (NEDC).

Mengendarai mobil ini akan menyenangkan karena dengan jarak tempuh yang panjang, pengisian daya dapat dilakukan di rumah setiap saat. Jika tidak sempat diisi ulang di rumah, maka pengisiannya dapat dilakukan di SPKLU atau di diler terdekat yang menyediakan charging station.

All-electric powertrain yang diusung oleh The All-New Nissan LEAF menyuguhkan limpahan tenaga maksimum hingga 110 kW atau setara dengan 150 PS dan torsi maksimum 320 Nm.

Teknologi terdepan dari Nissan Intelligent Driving pada The All-New Nissan LEAF adalah penggunaan e-Pedal, yang memungkinkan pengemudi memulai berkendara, akselerasi, deselerasi, dan berhenti menggunakan hanya satu pedal dengan menambah atau mengurangi tekanan pada pedal gas.

Ketika akselerator dilepaskan sepenuhnya, rem regeneratif dan friksi akan bekerja secara otomatis, membuat mobil berhenti total.

Mobil listrik terbaru, all new Nissan Leaf sudah bisa dipesan oleh konsumen di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan asal Jepang ini, hadir dengan dua varian, yaitu one tone yang dibanderol Rp649 juta dan two tone yang dilepas Rp651 juta.

Nah, bagi calon konsumen yang berminat untuk memboyong model yang 100 persen menggunakan tenaga baterai ini secara kredit, bisa membayarkan down payment (DP) sebesar 25 persen.

Pembayaran pertama, dengan DP minimal 25 persen dengan tenor 1 tahun, adalah Rp224.410.000. Sedangkan angsuran per bulan Rp43.771.000. Kemudian, tenor 2 tahun, pembayaran pertama Rp207.679.000 dengan angsuran 22.714.000.

Sementara itu, untuk tenor 3 tahun, total bayar pertama adalah Rp206.150.000 dengan angsuran Rp15.709.000. Tenor 4 tahun bayar pertama, adalah Rp208.004.000 dengan angsuran Rp12.399.000.

Sebagai catatan, dalam simulasi kredit tersebut, menggunakan asuransi kombinasi. Jika konsumen mampu membayarkan DP lebih dari 25 persen dari harga jual, maka angsuran per bulannya juga bisa lebih kecil.

Pembayaran pertama, dengan DP minimal 25 persen dengan tenor 1 tahun, adalah Rp225.082.000 Sedangkan angsuran per bulan Rp43.906.000 Kemudian, tenor 2 tahun, pembayaran pertama Rp208.299.000 dengan angsuran 22.784.000.

Sementara itu, untuk tenor 3 tahun, total bayar pertama adalah Rp206.766.000 dengan angsuran Rp15.758.000. Tenor 4 tahun bayar pertama, adalah Rp208.625.000 dengan angsuran Rp12.437.000.

Sebagai catatan, dalam simulasi kredit tersebut, menggunakan asuransi kombinasi. Jika konsumen mampu membayarkan DP lebih dari 25 persen dari harga jual, maka angsuran per bulannya juga bisa lebih kecil.