Bengkel Mobil Diserbu Karna Uji Emisi, Sampai Harus Booking

Pihak kepolisian sampai sekarang masih mempertimbangkan mengenai penerapan sanksi tilang bagi kendaraan bermotor yang tak lulus uji emisi pada wilayah administrasi DKI Jakarta.

Karena, jumlah kendaraan yang telah menjalani atau lulus uji emisi pada ibu Kota masih terhitung amat rendah. Lewat data yang dihimpun oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor yang telah lulus uji emisi saat ini masih di bawah 10%.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metri Jaya AKBP bernama Argo Wiyono berkata bahwa sanksi tilang baru akan diterapkan kalau sebanyak 50% kendaraan yang ada di Jakarta telah dinyatakan lulus uji emisi.

“Nanti kalau sudah 50% atau lebih baru kami akan berikan peningkatan jadi tilang. Jadi jangan sampai nanti dari 10 kendaraan yang diberhentikan, 9 nya belum memiliki kartu uji emisi. Kan malah jadi masalah baru.” ungkap Argo.

Walaupun demikian, namun pada beberapa daerah bisa dilihat antusiasme masyarakat kepada aturan ambang batas emisi pada DKI Jakarta.

Di bilangan Lenteng Agung, Jagakarsa di Jakarta Selatan, bengkel Mitsubishi  Srikandi Diamond Motor penuh dengan antrean mobil yang mau melakukan uji emisi.

“Kunjungan per harinya sekitar 13 mobil semenjak hari senin kemarin. Kita emang membatasi 13 mobil dalam 1 hari agar tak padat. Kita selalu mencapai batas kuota.” Ucap Meydi yang merupakan Leader Service Srikandi Diamond Motor.

Ia bahkan mengatakan bahwa ia juga sudah menggunakan sistem booking untuk uji emisi. Sistem ini nantinya akan diberlakukan demi bisa memberikan antisipasi atas meledaknya antrean untuk layanan servis regular serta uji emisi.

Meydi juga memberikan prediksi bahwa antrian uji emisi pada bengkelnya juga masih akan bertahan untuk beberapa waktu ke depan. Apalagi, mengingat aturan tentang uji emisi ini juga masih terhitung baru di tengah masyarakat.

“Prediksi kami ke deoan akan padat uji emisi, dikarenakan pengguna Mitsubishi banyak terdapat di Jakarta, apalagi Xpander.” Ucapnya sambil memberikan tambahan atas percakapannya.